Senin, 03 Mei 2010


RUMAH REYOT BERSUJUD PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Oktober 2009 22:09
Suatu hari Nashrudin pergi ke sebuah kota. Nashrudin menginap di sebuah penginapan tua di kota itu. Penginapan itu reyot dan banyak kayu-kayunya yang sudah lapuk. Pada hari kedua Nashrudin berkata kepada pemilik penginapan, “Pak, sepanjang malam saya mendengar suara gemeretak di atas kamar tempat saya menginap. Barangkali anda bersedia memanggil seorang tukang kayu untuk memeriksa bagian atap kamar.” Tetapi karena gengsi, sang pemilik penginapan berkata, “Penginapan ini sangat kokoh, tak mungkin roboh! Sedangkan yang kau dengar itu adalah suara tasbih dan tahlil kepada Allah yang dibaca oleh semua yang ada.” Maka Nashrudin berkata, “Anda benar. Tetapi yang aku takutkan adalah bila kayu-kayu itu bertasbih dan bertahlil tanpa henti, lalu hati mereka menjadi terhanyut, kemudian mereka akan segera bersujud tanpa henti.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar