Rabu, 16 Juni 2010

Penciptaan Alam Semesta
Posted by afdhal jauhari


Pernahkah kita membayangkan dan memikirkan, bagaimana, dari mana, dan oleh siapa alam semesta tempat bumi berada (planet hunian seluruh umat manusia), diciptakan? Sebagai manusia yang selalu haus akan ilmu pengetahuan, mari kita mengkaji bukti-bukti kebenaran Al-Quran yang di dalamnya berisi tentang penjelasan penciptaan alam semesta.

Sebagaimana digambarkan dalam Al Qur'an Surat Al-An’aam ayat 101 berikut:

"Dialah pencipta langit dan bumi, bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu." (QS. 6 Al-An’aam:101)

Keterangan “Dialah pencipta langit dan bumi” yang diberikan Al Qur'an ini sangatlah tepat dengan penemuan para ilmuan masa kini. Konklusi yang didapat para astrofisikawan saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang terjadi dalam sekejap.

Peristiwa ini dikenal dengan "Big Bang" (Ledakan Besar). Yakni Ledakan singkat yang membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern masa kini menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan yang masuk akal yang dapat diterima dan yang dapat dibuktikan sebagai asal mula terciptanya alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan.

Sebelum Big Bang terjadi, tak ada apapun yang disebut sebagai materi. Semua bermula dari kondisi ketiadaan, dimana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, semua itu hanya mampu diartikan secara metafisik. Setelah Bing Bang terjadi, barulah tercipta materi, energi, dan waktu. Fakta yang baru saja ditemukan para fisikawan modern ini, sebenarnya telah diberitakan kepada seluruh umat manusia dalam Al Qur'an 14 abad silam, ketika pengetahuan astronomi yang dimiliki manusia masih belum mampu mencapainya.

Fakta bahwa alam semesta ini diciptakan dari ketiadaan menjadi ada dapat dibuktikan dengan penemuan sisa-sisa radiasi Big Bang Explosion yang ditemukan oleh satelit angkasa luar COBE yang diluncurkan NASA di tahun 1992.

Meskipun sudah jelas kebenarannya, namun sejumlah ilmuan ada yang mencoba mengemukaan sejumlah teori tandingan untuk menentang teori Big Bang, padahal bukti-bukti ilmiah justru telah menjadikan teori Big Bang diterima baik secara penuh oleh masyarakat ilmiah.

Satu ayat lagi tentang penciptaan alam semesta dalam Al Qur’an:


"Dan apakah orang-orang yang ingkar (kafir) itu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS. Al-Anbiyaa’:30)

Pada ayat tersebut terdapat kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan (langit dan bumi). Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah didapat sebelum abad ke-20.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar